Mengenal Tipe Nutrisi Enteral

Mengenal Tipe Nutrisi Enteral

Artikel sebelumnya kita telah membahas terkait review Formula Enteral Komersial (FEK). Kali ini kita akan mengenal lebih jauh terkait tipe nutrisi enteral. Mari kita simak =)

Terapi Enteral

Terapi enteral merupakan pemberian makan kepada pasien dengan kondisi pencernaan yang masih baik namun sulit untuk mengasup makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi secara oral.​1​ Formula enteral biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa makan melalui oral seperti dalam kondisi penurunan kesadaran, gangguan menelan (disfagia), dan kondisi klinis lainnya atau pada pasien dengan asupan makan via oral yang tidak adekuat. Pemberian gizi enteral pada pasien dapat meningkatkan berat badan, menstabilkan fungsi hati/liver, mengurangi kejadian komplikasi infeksi, jumlah/frekuensi masuk rumah sakit dan lama hari rawat di rumah sakit.​2​

Pemilihan tipe nutrisi enteral ditentukan berdasarkan kemampuan formula dalam mencukupi kebutuhan gizi, yang dipengaruhi oleh faktor – faktor antara lain :​3​

  • Kandungan/densitas energi dan protein dalam formula (dinyatakan dalam kkal/ml, g/ml, atau ml fluid/L)
  • Fungsi saluran cerna
  • Kandungan mineral seperti Natrium, Kalium, Magnesium, dan Posfor dalam formula terutama bagi pasien dengan gangguan jantung, gangguan ginjal, dan gangguan liver
  • Bentuk dan jumlah protein, lemak, karbohidrat, dan serat dalam formula
  • Efektivitas biaya, cost to benefit ratio

Tipe Nutrisi Enteral

Jenis formula enteral dikelompokkan berdasarkan bentuk & komposisi zat gizi makronya. Terdapat beberapa tipe nutrisi enteral dasar diantaranya formula enteral polimerik, formula enteral modular, formula enteral elemental, dan formula enteral spesifik.

Formula Enteral Polimerik

Disebut juga formula utuh karena mengandung protein utuh dan zat gizi lain dalam bentuk kompleks. Formula polimerik mengandung zat gizi yang lengkap yang baik untuk sistem digestif fungsional normal, dapat digunakan di rumah sakit maupun perawatan di rumah (home care). Komposisi formula polimerik yaitu protein utuh sebagai sumber nitrogen, karbohidrat (dari oligosakarida, maltodekstrin, atau pati), lemak dari minyak nabati, mineral, dan vitamin. Formula polimerik tidak mengandung laktosa dan gluten. Densitas kalori bervariasi dari 0,5 – 2 kkal/ml. Densitas 0,5 – 1 kkal/ml digunakan untuk inisiasi formular enteral sedangkan densitas 1,5 – 2 kkal/ml untuk pasien yang kebutuhan energinya meningkat atau restriksi cairan. Karena zat gizi tidak dihidrolisis, osmolalitas formula polimerik sekitar 300 mOsm/L yang toleransinya dapat ditingkatkan.​3,4​

Formula Blenderized

yaitu formula yang dibuat dengan menghaluskan makanan menjadi bentuk cair sehingga bisa masuk melalui pipa Naso Gastric Tube (NGT). Mengandung zat gizi lengkap seperti diet via oral, lebih murah, namun tidak dapat diberikan kepada pasien dengan immunocompromised, pasien yang menggunakan jejunostomy, tidak dapat masuk pada pipa NGT ukuran < 10 French dan pasien dengan multialergi makanan.​3​

Formula Blenderized juga dikenal dengan Domiciliary Enteral Nutrition Theraphy (DENT). Formula ini lebih murah dibandingkan dengan formula polimerik dan formula elemental karena terbuat dari bahan makanan konvensional yang biasa digunakan di rumah. Sehingga lebih mudah diterima, lebih nyaman, dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Selain itu formula blenderized  dapat meningkatkan toleransi dalam pemberian makan dan mengurangi komplikasi gastrointestinal.​5​Akan tetapi karakteristik fisik dan kimiawi formula enteral tetap harus diperhatikan karena sangat berpengaruh langsung terhadap aliran formula di dalam selang.​6​

Dari hasil pengkajian mengenai efek samping pemberian formula enteral, saat ini di Jepang mulai mengembangkan Thickened Enteral Formula (TEF), yaitu formula enteral yang viskositasnya secara sengaja ditingkatkan dengan menambahkan bahan pengental.​7​Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi terkait pemberian komplikasi dalam pemberian formula enteral seperti diare, mual, muntah, dan Gastroesophageal Reflux (GER). TEF cocok digunakan oleh pasien yang sudah lama menjalani terapi gizi enteral baik di rumah sakit maupun di rumah.  Viskositas TEF berkisar antara 9 – 20 cP. Beberapa penelitian melaporkan adanya hubungan antara viskositas formula enteral dengan mekanisme pengosongan lambung dimana formula dengan viskositas >16 cP dapat memperlambat pengosongan lambung.​7​

Formula Modular

mengandung makronutrien sebagai komponen zat gizi tunggal (1 makronutrien) ataupun kombinasi. Formula ini dapat dicampur untuk  membuat formulasi enteral spesifik atau dapat ditambahkan menjadi formula baru.Tujuan pemberian formula modular yaitu digunakan sebagai suplemen yang dapat menambah densitas kalori atau protein. Zat gizi tunggal dapat digunakan untuk memodifikasi kandungan protein, lemak, atau karbohidrat serta kualitasnya. Formulasi enteral modular membutuhkan penanganan intensif untuk menurunkan risiko kontaminasi mikrobiologi.​3,8​

Formula Elemental

diberikan bagi pasien dengan kapasitas digestif terbatas seperti gangguan absorpsi pada usus, Crohn disease, short bowel syndrome. Formula elemental tidak mengandung serat, laktosa, dan gluten, residu rendah, mengandung banyak zat gizi dalam bentuk sederhana sehingga memiliki nilai osmotik tinggi. Harga formula elemental lebih tinggi dibanding formula polimerik karena zat gizinya telah terhidrolisis menjadi komponen lebih kecil sehingga dapat diabsorpsi secara cepat. Rasa serta aroma formula elemental tidak enak karena diberikan lewat pipa. Formula oligomerik dan monomerik mengandung makronutrien yang dihidrolisis enzimatik sehingga mudah diabsorbsi oleh tubuh.​4,8​

Formula monomerik tidak mengandung asam amino, glukosa, oligosakarida dan lemak dalam jumlah sedikit, biasanya digunakan lemak rantai medium atau asam lemak esensial. Formula monomerik mengandung mikronutrien esensial (mineral, vitamin, trace element, dan asam lemak esensial). Pada formula oligomerik, sumber nitrogen sebagian besar teridiri dari dipeptida dan tripeptida dengan jumlah asam amino yang bervariasi. Formula oligomerik menganndung dosis yang direkomendasikan untuk semua mikronutrien dan zat gizi lengkap.​8​

Formula Enteral Spesifik

Formulasi spesial diberikan pada pasien dengan kebutuhan gizi penyakit spesifik atau organ spesifik. Formula enteral spesifik dapat diberikan pada pasien dengan penyakit hati, ginjal, kanker, diabetes, gagal jantung, disfungsi gastrointestinal, stres metabolik seperti trauma dan stres. Formula ini lebih mahal dibanding formula enteral standar dan dapat menyebabkan komplikasi jika digunakan tidak sesuai.​8​

Referensi

  1. 1.

    Nelms M, Sucher K, Lacey K, Roth S. Nutrition Therapy & Pathophysiology. 2nd ed. Wadsworth; 2011.

  2. 2.

    Klek S, Hermanowicz A, Dziwiszek G, et al. Home enteral nutrition reduces complications, length of stay, and health care costs: results from a multicenter study. The American Journal of Clinical Nutrition. Published online June 25, 2014:609-615. doi:10.3945/ajcn.113.082842

  3. 3.

    Mahan L, Raymond J. Krause ‘s : Food & The Nutrition Care Process. 14th ed. Elsevier; 2017.

  4. 4.

    Rolfes S, Pinna K, Whitney E. Understanding Normal and Clinical Nutrition. 8th ed. Wadsworth; 2009.

  5. 5.

    Bobo E. Reemergence of Blenderized Tube Feedings. Nutr Clin Pract. Published online September 25, 2016:730-735. doi:10.1177/0884533616669703

  6. 6.

    Luna Rezende Machado de Sousa SMRF Maria Eliana Madalozzo Schief,-. CARACTERÍSTICAS FÍSICO-QUÍMICAS Y NUTRICIONALES DE LAS DIETAS ENTERALES. NUTRICION HOSPITALARIA. Published online March 1, 2014:568-574. doi:10.3305/nh.2014.29.3.7083

  7. 7.

    Ichimaru S, Amagai T. Viscosity Thickened Enteral Formula. In: Diet and Nutrition in Critical Care. Springer New York; 2014:1-15. doi:10.1007/978-1-4614-8503-2_27-1

  8. 8.

    Zadák Zdenek, Kent-Smith Luiza. Basics in clinical nutrition: Commercially prepared formulas. e-SPEN, the European e-Journal of Clinical Nutrition and Metabolism. Published online October 2009:e212-e215. doi:10.1016/j.eclnm.2009.05.005