Liverpool Tak Perpanjang Kontrak dengan Perusahan Thailand Karena Monyet?

Liverpool Tak Perpanjang Kontrak dengan Perusahan Thailand Karena Monyet?

Berita Liga Inggris: Liverpool dikabarkan tidak memperbarui kerja sama mereka dengan salah satu perusahaan air kelapa yang berasal dari Thailand, Chaokoh yang disinyalir karena tuduhan kekejaman terhadap hewan. Meskipun hal tersebut telah dibantah oleh perusahaan.

Dikutip dari kemitraan The Reds dengan perusahan air kelapa berakhir pada akhir Juli dan klub telah memutuskan untuk tidak memperbarui kontrak dengan perusahaan asal Thailand itu.

Keputusan Liverpool itu, disinyalir semenjak muncul temuan dari investigasi rahasia dari organisasi hak-hak hewan, PETA yang menuduh Chaokoh menggunakan produk yang bersumber secara tidak etis yang disebut sebagai ketakutan bagi monyet (terrified monkey).

Meskipun, hingga saat ini belum diketahui sebab pasti Liverpool tidak memperpanjang kontrak dengan perusahaan Chaokoh asal Thailand. 

PETA mengatakan, penyelidik mereka telah mengunjungi delapan peternakan di seluruh Thailand dan menemukan bahwa monyet yang ditangkap secara ilegal digunakan untuk memetik kelapa dan digunakan oleh Chaokoh untuk operasi mereka di seluruh dunia. 

Bahkan, dampak dari itu, sejumlah supermarket Inggris juga telah menarik stok Chaokoh dari rak mereka dan menunggu hasil penyelidikan.

“Hewan yang penuh rasa ingin tahu dan sangat cerdas ini dihancurkan psikologis, persahabatan, kebebasan, dan segala sesuatu yang membuat hidup mereka layak untuk dijalani, semuanya agar mereka dapat digunakan untuk mengumpulkan kelapa,” kata Senior Corporate Liaison PETA, Dr Carys Bennett.

“PETA berterima kasih kepada Liverpool FC atas keputusannya untuk mengakhiri hubungannya dengan Chaokoh dan menyerukan kepada pemerintah Thailand untuk mengambil langkah untuk mengakhiri praktik keji menggunakan monyet untuk memanen kelapa,” sebutnya.

Pihak perusahaan menolak klaim yang dibuat terhadap mereka dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook mereka bulan lalu.

“Mengingat laporan yang mengganggu di berita, kami ingin menjelaskan bahwa kami dan pihak terkait tidak mendukung penggunaan tenaga kerja monyet dalam memanen kelapa,” sebut pihak Chaokoh. 

“Sebagai sebuah bisnis keluarga yang telah mengekspor produk kelapa selama lebih dari 40 tahun, kami sangat bersyukur karena banyak dari Anda yang sangat peduli dengan masalah ini,” sambungnya.

Dan seluruh pemasok telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk berjanji tidak memanen kelapa di pertanian mereka dengan menggunakan monyet.

Artikel Tag: Liverpool, Liverpool FC